Bismillah..
Ulama salaf adalah panutan yang tiada bandingnya dalam berbagai hal. Mereka ahli dalam hal keimanan, ketakwaan, keilmuan, pegamalan, jihad, muamalah, dan lain sebagainya. Mereka adalah orang-orang yang selalu pantas di jadikan qudwah dalam sgala bidang. Termasuk pula dalam hal pekerjaan..
Mereka bertakwa kepada Alah namun tidak melupakan sisi keduniawian. Mereka senantiasa menjadiakan dunia itu sebagai washilah untuk mewujudkan tegaknya keimanan mereka.
Berikut adalah tulisan ringkas seputar dunia kerja dan perekonomian yang disarikan dari tulisan dan fatwa para ulama salaf dengan harapan bisa menjadi bimbingan bagi kaum muslimin dalam meniti karier mereka...
*Selamat Menyimak*
1. Seruan untuk Bekerja dan Berusaha
"Ketahuilah sesungguhnya Allah itu baik, dan Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik saja. Jika saja tubuh ini tumbuh dari barang yang haram maka neraka lebih pantas baginya" (HR THabrany dari Abu Bakar dari Rasulullah shalallah 'alaihi wa sallam, Shahiul Jami').
Salman al Farisy pernah berkata : Apabila pintu rezeki telah terbuka maka seketika jiwa merasa tenang. Dan seutama-utamanya dinar (rezeki) adalah yang dinafkahkan untuk keluarga dan anak istri yang menjadi tanggungannya"
Allah ta'ala telah berfirman kepada tiap hambanya :
"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekiNya. Dan hanya kepadaNyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." QS Al Mulk : 15.
Dalam ayat lain Allah ta'ala berfirman :
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu sekalian di muka bumi, dan carilah karunia Allah. Dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung." QS Al Jumu'ah : 15.
"Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakan;ah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain)." QS Al Insyirah : 7.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang menjadi tanggung jawabnya." HR Ahmad, Shohihul Jami' 4481.
2. Larangan Meminta dan Mengemis
Sesungguhnya setiap pekerjaan yang halal sekalipun dianggap rendah oleh sebagian orang itu jauh lebih baik dibanding meminta-minta. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al Imam Bukhary rahimahullah menyatakan :
"Jika seorang laki-laki mengambil tali ikatnya kemudian pergi ke gunung lalu membawa seikat kayu bakar di punggungnya lalu Allah mencukupi dan menjaganya (dari mengemis) itu lebih baik dari pada meminta kepada orang entah diberi atau tidak."
Dalam hadits lain yang diriwayatkan al Imaman Bukhory dan Muslim rahimahumallah : "Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah."
Sungguh agama Islam adalah agama yang mulia dan tidaklah mengajarkan sesuatu kecuali akhlaq yang mulia. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Barang siapa yang membuka pintu bagi dirinya untuk meminta-minta, niscaya Allah akan membukakan baginya 70 pintu kefakiran." (HR Turmudzi).
Perbuatan meminta-minta ini tidak hanya akan menjatuhkan harga dirinya di hadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah 'azza wa jalla Rabbul 'alamin. Allah Dzat yang maha Kaya tidak menyukai hamba yang suka meminta-minta kepada orang lain.
"Meminta-minta akan selalu ada pada seorang hamba sampai dia bertemu Allah sementara di wajahnya tidak ada sepotong daging pun"
Jika engkau memang tidak benar-benar fakir ataupun dalam kondisi darurat seperti harus membayar diyat (denda) pembunuhan misalnya, maka janganlah engkau meminta bantuan materi dari orang lain. Bekerjalah, karena itu lebih baik dan harga diri jauh lebih penting.
Allah ta'ala berfirman : "Oranglain yang tidak tahu menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain." QS Al Baqarah : 273.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar